coklat yang murni hadir dengan kesederhanaannya, manisnya memiliki sedikit rasa pahit. tak perlu menjadi orang lain, cukup menjadi diri sendiri untuk kemudian berjuang dan beramal shalih di jalan Allah. sebab coklat itu coklat.
Selasa, 19 November 2013
dengan siapa
Obrolan dengan teman baik saya beberapa waktu yang lalu sangat berkesan. Karena kami adalah orang-orang yang tidak sepakat dengan konsep pacaran. Lalu kami berpikir kedepan, bagaimana kiranya kami akan merasa cocok dengan seseorang. Sebuah alasan yang seringkali digunakan oleh orang yang pacaran tentang mengenal (menjajaki dengan pacaran) pasangan terlebih dahulu biar gak salah pilih. Kami tidak sepakat dengan alasan itu dengan alasan yang tidak perlu kami utarakan di sini (nanti kepanjangan). Bagi kami, dengan keyakinan kami, ada satu hal yang kadang membuat kami cemas, kadang pula membuat kami senyum-senyum sendiri.
Kira-kira, dengan siapa kami akan bertemu? Dengan siapa kami akan dipasangkan.
Saya kira, setiap orang yang memilih pilihan untuk tidak pacaran pun memiliki rasa penasaran, rasa cemas, rasa bahagia, dan berbagai rasa lain yang terjadi dalam satu waktu. Entah itu tentang siapa dia, tentang bagaimana cara bertemu, tentang mengapa dia, tentang kapan itu terjadi, dll.
Dalam pembicaraan kami, setidaknya ada dua hal yang bagi kami itu cukup. Dengan siapa? Dengan salah satu dari dua hal ini, atau syukur-syukur dua hal ini menjadi satu sekaligus. Jika ditanya, kiranya kamu ingin menikah dengan siapa. Inilah dua hal yang (menurut kami) penting yang akan menjadi landasan kami.
Karena cinta dalam keyakinan kami baru benar-benar akan tumbuh jika sudah berada dalam ikatan, menjalani hidup bersama-sama setiap hari, mengenal karakter seseorang secara utuh dari bangun tidur hingga tidur lagi, bahkan saat tidur.
- Pertama, saya akan menikah dengan orang yang saya “cintai” dan “mencintai” saya (agak drama, tapi ini serius)
Cinta dalam hal ini adalah rasa kecenderungan kepada seseorang. Dalam hidup ini, seringkali kita semua termasuk saya, tertarik kepada seseorang. Dalam fase itu, kadang kita bisa melihat bahwa seseorang itu suamiable/istriable. Tapi, apakah dia juga memiliki persepsi yang sama terhadap kita. Seseorang yang saling mencintai tentu akan sangat membahagiakan ketika menikah. Kita menyukai seseorang dan dia ternyata juga menyukai kita, bukankah sebuah hal yang indah. Di dalam keyakinan kami yang tidak berpacaran, alangkah bahagianya ketika kami menyukai seseorang dan ternyata itu berbalas. Menyukai seorang yang soleh/solehah, dan ternyata dia juga menyukai balik.
- Kedua, saya akan menikah dengan orang yang membuat saya “tenang”.
Jika yang dimaksud cinta itu tidak kunjung dirasakan. Jika dia menjadi semakin absurd dan membuat kita bingung. Maka, kami berpendapat, cukup dengan seseorang yang mampu membuatmu merasa tenang. Ketika datang seorang laki-laki kepada perempuan, lalu perempuan merasa tenang. Mungkin itu sudah cukup untuk menerimanya. Ketika laki-laki bertemu dengan seorang perempuan, dan kepada perempuan itu dia merasa tenang, itu juga mungkin sudah cukup. Cinta bisa ditumbuhkan setelah pernikahan. Merasa tenang itu penting bagi kami, kami tidak akan memilih menikah dengan orang yang membuat kami gelisah, bingung, marah, dsb. Jika diawal sudah seperti itu, bagaimana kedepannya.
Jika datang orang yang bisa membuat kita tenang, mungkin itu cukup untuk menjadi alasan menerimanya. Setiap orang mendambakan ketenangan, ketenangan itu jauh lebih mendamaikan daripada rasa nyaman. Ketenangan meliputi batin dan tubuh. Bahkan hilang rasa khawatir, apakah dengannya ini kita akan tidak bahagia, miskin, dsb. Semua kekhawatiran itu tidak ada karena kita merasa begitu tenang dengan orang ini. Sekalipun tidak ada rasa cinta pada awalnya.
Dua hal ini, mana yang datang lebih dulu. Itu yang akan kami terima. Ditengah umur yang terus menerus bertambah, daripada bikin dosa kebanyakan. Ditengah kebingungan tentang menerka-nerka masa depan. Kami merumuskan hal ini untuk mencari tahu apa yang sebenarnya kami ingin tahu dan kami butuhkan.
Ternyata dua hal ini cukup. Bukan soal ketampanan atau kecantikan, bukan pula soal anak siapa dan berapa hartanya. Apalagi sekedar nama almamater dan profesi. Jika saat ini kita menyukai seseorang dan ternyata dia tidak. Ya cinta memang tidak bisa dipaksakan, karena hati itu bukan dalam kuasa manusia. Mungkin sudah waktunya bagi kita merenung, apakah dia yang benar-benar kita butuhkan. Jika kita membutuhkannya, apakah dia juga membutuhkan kita. Perasaan ini bahkan membuatmu tidak tenang bukan?
Selamat mencari, semoga bertemu. Tidak hanya bertemu, tapi juga disatukan.
Temanggung, 6 November 2013
http://kurniawangunadi.tumblr.com/post/66119848566/tulisan-dengan-siapa
Jodoh dan Kualitas
Jodoh bukanlah tentang siapa dia, tapi bagaimana aku - nn____________________________________________________Ini menarik, Allah tidak mengatakan secara langsung dalam Al Quran yang mulia bahkan Nabi dengan hadistnya yang menyatakan bahwa jodoh kita telah ditulis berupa nama seseorang. Bahwa Fulan akan berjodoh dengan Fulanah.Beberapa dari kita juga ramai membicarakan tentang memperbaiki kualitas diri tanpa tahu apa yang mendasarinya. Bermodal yakin pada sebuah janji Allah saja. Bahwa perempuan baik-baik akan berjodoh dengan laki-laki baik-baik dan sebaliknya. Tanpa mempertimbangkan lagi dan bertanya, seperti apa penilaian dan kriteria baik tersebut menurut Allah.Meski kita telah berupaya menghapalkan aneka surat dalam quran, shalat wajib dan sunah. Puasa senin-kamis. Apakah kita telah dinilai seorang yang teramat baik sehingga kita pantas mendapatkan seorang bidadari atau seorang pangeran?Itulah yang Allah rahasiakan, bagaimana cara Allah memasangkan hamba-hamba-Nya. Seperti pada pembuka tulisan, tak satupun dari kalimat quran dan hadist yang mengatakan bahwa jodoh telah ditetapkan berupa seseorang dengan seseorang.Allah menjodohkan “kualitas”.Mari saya ajak bertamasya pikiran ala kurniawangunadiologi.Fyi, saya termasuk orang yang percaya bahwa kalimat al quran akan dipahami orang secara berbeda-beda tergantung pada kadar iman dan kadar ilmunya. Serta tujuannya.
QS An Noor ayat 3Laki-laki berzina tidak mengawini melainkan perempuan yang berzina, atau perempuan yang musyrik; dan perempuan yang berzina tidak dikawini melainkan oleh laki-laki yang berzina atau laki-laki musyrik, dan yang demikian itu diharamkan atas orang-orang yang mukmin.QS An Noor ayat 26Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula). dan wanita-wanita baik-baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik-baik (pula). ……Perhatikan, Allah memasangkan kualitasPezina/Musyrik «——» Pezina/MusryikKeji «——» KejiBaik-baik «——» Baik-baikMukmin «——» MukminMari kita perhatikan kode dari Allah ini. Dalam banyak kasus di masyarakat kita. Kita menjumpai ada seorang perempuan yang baik tapi suaminya jahat amit-amit jabang bayi.Kita juga mendapati ada seorang laki-laki yang maaf
( cacat secara fisik baik itu pendek, dsb ) tapi mendapatkan perempuan yang normal dan baik.Anomali kan ? itulah Allah yang maha rahasia. Cara kerja Allah tidak pernah bisa dipahami dengan logika manusia bukan? Karena logika kita sendiri diciptakan oleh-Nya.Mari lagi-lagi saya ajak bertamasya pikiran.Allah mengajarkan kita melalui berbagai anomali, jika kita dilahirkan normal dengan keadaan fisik yang sempurna. Mengapa harus ada yang lahir cacat padahal Allah bisa dengan mudah melahirkan mereka dalam keadaan yang sama seperti kita. Jawabannya : agar kita berpikir - belajar - memahami.Sama pula dengan jodoh tadi.Allah sama sekali tidak mengatakan bahwa Kurniawan Gunadi akan berjodoh dengan siapa misalnya. Tapi yang dijodohkan adalah kualitas kurniawan gunadi saat ini berjodoh dengan kualitas seorang perempuan di seberang sana.KUALITAS !Nah, yang udah sering bicara tentang meningkatkan kualitas diri.Ada satu hal yang sekali lagi harus dipahami dengan tepat dan dalam. Bahwa ukuran kualitas kita bukanlah kita yang menilai, tapi Allah. Dan kualitas itu saya pahami diukur secara menyeluruh. Total.Bisa jadi kamu adalah perempuan yang amat sangat menutup aurat - tilawahnya bagus - hapalannya banyak dan segala kebaikan lainnya tapi Allah menjodohkanmu pada seorang laki-laki yang sebaliknya, hafalannya buruk - bacaan qurannya kurang lancar - suka melamun.Lantas, apakah kamu serta merta menolak semua “takdir” itu. Maka seperti melihat sebuah daun, jika orang kebanyakan hanya melihat daun dari tampak atas, mari kita lihat daun dari bahwa dimana tulang-tulang daun begitu menonjol, permukaan yang lebih kasar daripada permukaan atasnya.Allah menjodohkan kualitas itu secara total. Apakah kamu melihat bahwa laki-laki tadi memiliki kebaikan dalam sisi yang lain. Laki-laki tersebut amat bertanggung jawab pada hidupmu. Yang setiap bertemu pada ayah-ibumu perkataannya lembut dan selalu mencium tangan mereka.Sama halnya pada laki-laki sok idealis yang menginginkan istri layaknya Khadijah r.a. Apakah dia telah sepadan dengan Nabi SAW?Jika perempuanmu ini tidak pintar memasak, pencemburu yang amat sangat, cerewet dan sangat teliti. Agamanya belum baik, bahkan mungkin tingkat pendidikan formalnya jauh dibawahmu. Atau gara-gara perempuan tersebut belum menutup aurat dgn baik, belum berkerudung seperti harapanmu misalnya. Apakah kamu sebagai laki-laki serta merta menolak semua itu. Tanpa mau sedikitpun melihat kualitasnya yang lain. Dia yang sangat menyayangi anak-anak, dengan ketelitian dan cerewetnya dia selalu mengingatkanmu dalam hal-hal baik. Dia tidak bisa memasak bukan sebuah masalah besar bukan ? Kamu tetap masih bisa makan.Ingat saja Allah itu bilang, Arrijalu Qowwamuna ‘Alannisa | (QS. An Nisa : 34). Kalian (laki-laki) sengaja diciptakan untuk menjadi pemimpin bagi mereka (perempuan), maka jadilah pemimpin yang baik, yang melindungi, yang membimbing, yang bijak. Pemimpin yang baik juga harus mendengarkan orang yang dipimpinnya ! Bukan begitu?Soal kualitas, itulah. Kita harus melihat kualitas jodoh kita nanti secara menyeluruh, bukan secara parsial. Manusia jenis kita ini lebih suka melihat seseorang dari sisi buruknya lantas dengan itu kita menggugurkan segala sisi baiknya.Kita tentu memiliki kriteria masing-masing dan tentang seperti apa jodoh yang kita harapkan. Ya itu manusiawi.Mari kita perbaiki kualitas diri kita dan tetaplah berpegang teguh pada satu keyakinan. Bahwa jodoh kita nanti adalah orang yang kualitas totalnya setara dengan kita. Kualitas yang Allah nilai, bukan yang manusia nilai.Terus ada yang tanya, gimana kalau cerai ? Berpikir balik saja, berarti kualitas mereka tidak lagi setara. Suami-istri tidak mampu mempertahankan kesetaraan kualitas secara bersama. Cerai adalah ketika kualitas keduanya jurangnya sudah terlampau jauh. Pernikahan adalah sebuah lembaga bagi suami-istri untuk saling dan sama-sama meng-upgrade kualitas nya. Bukan hanya salah satu :)Gimana kalo membujang sampai mati ? Ada 2 kasus: pertama orang yang sengaja men-single-kan diri. Menolak menikah tanpa alasan yang logis seperti sakit keras, menderita sakit menular, dan sebegainya. Telah jelas bahwa mungkin Allah melihat bahwa kualitas dirinya telah jatuh hingga tak satupun perempuan/laki2 di muka bumi ini yang kualitasnya sama dengannya. Nabi sendiri mengatakan bahwa, tidak termasuk umatnya bagi orang yang membenci sunahnya. Kasus kedua, orang yang tak kunjung bertemu jodohnya meski telah berusaha mencari tapi tidak ketemu-ketemu sampai mati. Karena hukum nikah itu bukan fardhu’ain. Allah lebih memahami perkara ini, saya sendiri belum menemukan pemahaman yang tepat mengenai anomali yang satu ini. Bisa jadi Allah mempersiapkan untuknya yang lain di akhirat sebagai pengganti atas keimanannya dan ketaqwaannya. Atau wallahu’alam. Semoga Allah melindungi saya dari dosa atas jawaban yang seenaknya ini.Allah merahasiakan jodoh agar kita mengusahakannya kan? Kita mau ngambil dengan jalan halal atau haram, kitalah yang pilih. Jodoh tidak akan tertukar, karena seolah-olah kita sendirilah yang “menentukan” keputusan Allah tersebut.Manusia seperti kita ini sejak lahir telah diilhami untuk memilih jalan baik atau buruk. Saya pernah mengatakan bahwa pacaran tidak serta merta membuat jodoh itu dekat,pun jomblo tidak akan membuat jodohmu menjadi jauh.Ingat sekali lagi. Jodoh bukanlah perkara pasangan nama, namun pasangan kualitas. Selamat memperbaiki diri. :D“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal itu baik bagimu. Dan boleh jadi kamu mencintai sesuatu, padahal itu amat buruk bagimu. (Mengapa?) Allah maha mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.”(QS. Albaqarah: 216).
Bandung, 9 Mei 2013
namanya Rifdha Muhammad Rasyid, berasal dari Maladewa/Maldives yang terletak di Samudra Hindia. Anaknya lucu, aktif dan jenius itu bercita-cita menjadi peneliti. Ia selalu berprestasi di semua mata pelajaran sekolah. Nilainya selalu 100 untuk dua mata pelajaran yang disukainya yaitu Matematika dan Sains. Usianya 10 tahun, sudah hafal 30 juz.
Rifdha dan 109 penghafal Al-Qur’an lainnya (dari 70 negara), ikut kompetisi hafidz di Kairo, mereka berusia antara 7 – 20 tahun, tidak ada peng-klasifikasian berdasarkan usia. Usia tidak penting, yang penting adalah hafalannya.
di akhir kompetisi Rifdha mendapatkan peringkat dua, dengan skor 97. Ia tidak bisa berbahasa Arab, namun diakui juri mampu membaca Al-Qur’an dengan tajwid yang sempurna. Karena (salah satu) hikmah mukjizat Al-Qur’an yang mudah dihafalkan, meski para penghafal tidak bisa berbahasa Arab.
**Film "Koran by Heart"
Rabu, 13 November 2013
Bromo I'm in Love, 10 Nopember 2013
alhamdulillah, ala kulli hal. sabtu tanggal 9 Nopember sekitar jam 11 malam, Allah perkenankan saya beserta pasukan santika-kepanduan surabaya menginjakkan kaki di belahan lain buminya Allah, Bromo. bagi saya pribadi, ini adalah sesuatu yang amazing, pengalaman luar biasa yang Allah berikan pada saya. dua resolusi 1433 H yang tersisa, yang saya tuliskan lagi di resolusi 1434 H, kini salah satunya sudah "dicoret", atas kehendak Allah tentunya. ya, di resolusi 1433 H saya menuliskan 5 resolusi, yaitu punya hafalan 5 juz, perpustakaan mini, belajar bahasa arab, naik gunung (bromo), dan menggenapkan dien :D
sepanjang perjalanan ke bromo, saya sengaja memaksa diri untuk tidak tidur, tidak ingin melewatkan sedikitpun keindahan langit yang ia tawarkan, kanan-kiri jalan yang membuat jantung ini berdegup kencang, tepi jurang, hanya memperbanyak istighfar dan sholawat yang bisa saya lakukan saat itu. langit malam saat itu sangat pekat, bintang-bintang banyak bertaburan, saling menyapa, senyumnya merekah, membuat langit yang pekat tetap indah untuk di lihat. saat itulah jarak terdekatku dengan langit. karena hanya berbekal camdig, saya tidak bisa mengabadikannya langit malam itu :( alhamdulillah perjalanan lancar, sesampai di pos (berapa ya?? saya tidak tau) kami berbaris dulu sebelum melanjutkan perjalanan dengan kaki menuju tempat camp. kira-kira 10 menit, kami sampai di camp, lalu mendirikan tenda.
*to bee continue yaa :)
sepanjang perjalanan ke bromo, saya sengaja memaksa diri untuk tidak tidur, tidak ingin melewatkan sedikitpun keindahan langit yang ia tawarkan, kanan-kiri jalan yang membuat jantung ini berdegup kencang, tepi jurang, hanya memperbanyak istighfar dan sholawat yang bisa saya lakukan saat itu. langit malam saat itu sangat pekat, bintang-bintang banyak bertaburan, saling menyapa, senyumnya merekah, membuat langit yang pekat tetap indah untuk di lihat. saat itulah jarak terdekatku dengan langit. karena hanya berbekal camdig, saya tidak bisa mengabadikannya langit malam itu :( alhamdulillah perjalanan lancar, sesampai di pos (berapa ya?? saya tidak tau) kami berbaris dulu sebelum melanjutkan perjalanan dengan kaki menuju tempat camp. kira-kira 10 menit, kami sampai di camp, lalu mendirikan tenda.
*to bee continue yaa :)
Langganan:
Postingan (Atom)



